Profil

Sebelum tahun 1970, K.H. Abdullah belum menetap di desa ini. Beliau masih merantau dan menuntut ilmu di pondok pesantren hingga usia 60-an. Perjalanan hidupnya tak selalu mulus dalam masa mudanya, beliau pernah mengalami perceraian hingga empat kali. Meski begitu, semangat beliau untuk menimba ilmu agama tidak pernah padam.
Setelah menyelesaikan masa mondok, K.H. Abdullah kembali dengan tekad menjadi pusat kegiatan keagamaan di daerah ini. Dari masjid, beliau mulai mengajar dan membimbing masyarakat, hingga pengaruhnya menjangkau berbagai dusun. Warga dari pelosok datang untuk mengaji dan menimba ilmu darinya.
Masa itu adalah masa transisi yang penuh tantangan, dengan situasi sosial-politik yang diwarnai ketegangan antara pengaruh PKI dan gerakan DI/TII. Namun, K.H. Abdullah tetap konsisten menghidupkan kegiatan keagamaan di tengah kondisi yang tidak stabil. Bahkan, setelah dari masjid, beliau kerap diminta membantu berbagai urusan masyarakat—termasuk mengurus jenazah dan memimpin prosesi pemakaman.
Kiprah beliau menjadi bukti bahwa di tengah badai kehidupan pribadi maupun pergolakan zaman, semangat mengabdi untuk agama dan masyarakat tetap menjadi pijakan utama.
Visi dan Misi
Visi
“Menyelamatkan dan membimbing masyarakat di sekitar masjid menuju kehidupan yang lebih baik melalui nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.”
Misi
1.Berkontribusi aktif dalam kehidupan masyarakat sekitar masjid.
2.Menyelenggarakan kegiatan pengajian rutin sebagai wadah pembinaan iman dan ilmu.
3.Mengembangkan pendidikan keagamaan melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah.
